Satpol PP Kota Depok Merazia Anak Jalanan Yang Disinyalir Melakukan Prostitusi Seks

Satpol PP Kota Depok Merazia Anak Jalanan Yang Disinyalir Melakukan Prostitusi Seks

GOSIP KRIMINAL – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok akan merazia anak jalanan yang disinyalir melakukan prostitusi seks menyimpang di seluruh bantaran rel kereta api di Depok terutama di kawasan Citayam, Depok.

Razia ini dilakukan setelah ditemukannya beberapa kasus prostitusi menyimpang atas anak jalanan yang dilakukan Rio Sugiarto alias Babeh (43), pedagang hamster.

Babeh merupakan tersangka kasus sodomi terhadap 11 bocah anak jalanan di bantaran rel kereta api (KA) di Citayam, Depok. Ia diduga bukanlah predator seksual aktif yang kerap mencari mangsa bocah laki-laki belasan tahun, namun hanyalah penikmat seks menyimpang melalui sodomi dengan bertransaksi seks menyimpang.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Nina Suzana mengatakan ada beberapa laporan yang diterimanya mengenai kasus transaksi seks menyimpang yang melibatkan anak jalanan.

Karenanya dalam dua minggu ke depan pihaknya akan menggalakkan operasi pekat (penyakit masyarakat) dengan sasaran utama anak jalanan yang melakukan prostitusi menyimpang.

“Dua minggu ini akan kami gelar razia di sepanjang bantaran rel, untuk waktu akan kami rahasiakan,” katanya kepada wartawan, Minggu (18/5/2014).

Ia menuturkan di beberapa kawasan di bantaran rel di Depok, dilaporkan kerap terjadi tindak seks menyimpang. Dan pelakunya sebagian besar anak jalananyang kerap nongkrong di lokasi tersebut. “Sudah banyak laporan dari masyarakat akan adanya tempat prostitusi yang dilakukan orang dewasa dan menarik anak jalanan dengan imbalan besar,” ujarnya.

Dari data yang dimilikinya, kata Nina, ada puluhan orang dewasa dan anak jalanan yang pernah mereka tangkap di bantaran rel dan diduga hendak melakukan pratek prostitusi.

Pada tahun 2011, silam, pihaknya berhasil mengamankan 18 orang dewasa dan 10 remaja berusia 14 tahun. Semuanya merupakan anak jalanan yang hendak melakukan transaksi seks dibantaran rel di Stasiun Citayam. Kemudian pada tahun 2012, dijaring 11 orang dewasa dan 13 remaja yang melakukan kegiatan serupa di bantaran Rel di Stasiun Depok Lama.

Lalu pada tahun 2013, sebanyak 13 orang dewasa dan 18 anak dibawah umur terjaring operasi mereka. Sedangkan di awal tahun 2014 dari hasil penelusuran kepolisian dan satpol PP diamankan 11 anak jalanan yang merupakan korban Babeh.

Nina menjelaskan transaksi seks baik yang menyimpang atau tidak biasanya dilakukan sekitar dinihari mulai pukul 00.00 sampai 00.30. Dari keterangan beberapa anak jalanan yang berhasil mereka amankan beberapa waktu lalu, mereka mengaku dibayar Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu untuk sekali kencan.

Menurutnya, lokasi bantaran rel memang cukup sepi jika lewat tengah malam. Sehingga para penikmat seks menyimpang melakukan aksinya di sana. Ditambah lagi dengan faktor tingkat ekonomi yang rendah dan putus sekolah membuat anak jalanan tersebut praktek prostitusi tersebut.

“Kadang mereka juga tidak dibayar dan dipukul. Jadi banyak penyebab yang membuat kegiatan menyimpang ini terjadi, dan harus diberantas,” ujar Nina.

Untuk melaksanakan kegiatan itu, sambung Nina mereka akan berkoordinasi dengan Kepolisian dalan TNI melaksanakan razia penyakit masyarakat dalam dua minggu ke depan.

Selain itu, bagi mereka yang tertangkap akan diberikan sanksi tegas dengan disidang tindak pidana ringan. Sementara untuk para anak jalanan yang tertangkap akan mereka lakukan pembinaan. “Mereka akan dikirim ke panti rehabilitasi,” katanya. (Budi Malau)

Share This