Ratusan Pengunjung Monas Panik dan Histeris Lantaran Liff Mati, Pintu Darurat Terkunci

Ratusan Pengunjung Monas Panik dan Histeris Lantaran Liff Mati, Pintu Darurat Terkunci

GOSIP INFO – Ratusan pengunjung Monas panik dan histeris lantaran tidak ada lift yang menjemput mereka di puncak Monas.

Setelah mengetahui terjebak di puncak Tugu Monas, ratusan pengunjung berupaya mencari jalan keluar melalui tangga darurat, Minggu (4/5/2014).

“Tapi beberapa pintu yang menuju tangga darurat justru terkunci. Itu membuat kami makin panik dan anak-anak serta perempuan histeris,” kata Robert (62), salah satu pengunjung yang terjebak di puncak Tugu Monas, Minggu (4/5/2014) pagi.

Robert yang merupakan warga Pluit, Jakarta Utara, datang ke Monas bersama tujuh orang anggota keluarga mereka yakni anak dan cucunya.

“Rencana mau rekreasi justru bikin kami trauma,” sesalnya kepada Warta Kota, Minggu siang.

Menurutnya sekitar 60 pengunjung dimana sebagian besar perempuan dan anak-anak terjebak di puncak Tugu Monas setinggi sekitar 130 meter, Minggu pagi.

“Suasananya mencekam. Kami bingung dan tak tahu harus berbuat apa. Semuanya sudah kepanasan dan banyak yang teriak-teriak,” ujar Robert menceritakan peristiwa terjebaknya mereka dipuncak monas.

Akibat peristiwa ini, katanya, para pengunjung terutama anak-anak mengaku trauma.

Seperti diberitakan, Robert bersama sekitar 60 pengunjung naik melalui lift ke puncak tugu Monas sekitar pukul 10.00. “Biasanya pengunjung hanya diperbolehkan sekitar 5 sampai 10 menit saja di tugu monas,” ujar Robert.

Namun saat itu mereka curiga karena setelah lewat 15 menit lift dari bawah tidak juga naik dan menjemput mereka.

“Semakin lama, kami makin aneh karena lift tak juga datang. Lalu anak-anak mulai menangis dan minta turun. Beberapa ibu dan perempuan juga histeris. Saat itu sudah mulai panas menyengat,” papar Robert.

Pengunjung makin histeris setelah mengetahui informasi dari petugas melalui pengumuman yang mengatakan lift di bawah macet.

Setelah hampir satu jam, petugas datang dari bawah melalui tangga darurat dan membuka pintu.

Tak berapa lama lift yang sebelumnya macet akhirnya datang dari bawah menjemput mereka.

“Kami kecewa dengan layanan petugas dan lift macet. Anehnya lagi, petugas bilang lift macet adalah hal biasa dan kami tak perlu takut,” kata Robert.

Ia juga menyesalkan tidak adanya permintaan maaf dari pengelola Monas. “Yang jelas kami trauma, apalagi anak-anak dan ibu-ibu. Ini pengalaman yang mengerikan,” kata Robert.(Budi Sam Law Malau)

Share This