Prediksi Rusia vs Belgia

Prediksi Rusia vs Belgia

Gosip Bola – BERMAIN kurang memuaskan ketika menghadapi Aljazair, tak membuat Pelatih Belgia, Marc Wilmots menilai buruk Eden Hazard. Bahkan ia memasukkan pemain asal klub Chelsea tersebut sebagai jajaran lima pemain terbaik masa kini.

Pandangan tersebut membuat Hazard terpacu dan ingin membuktikan penilaian Wilmots. Ia pun berjanji untuk tampil lebih menggigit dan menempatkan dirinya sebagai ‘teroris’, yang setiap saat bisa meledakkan amunisi yang sudah ada dalam genggaman ke jala lawan. Walhasil, armada Rusia, yang akan menjadi lawan Belgia pada lanjutan pertandingan Grup H, di Estádio do Maracana, Rio de Janeiro, Minggu (22/6) dini hari, wajib waspada jika tak ingin pontang-panting menahan terjangan Hazard.

Hazard sendiri mengaku terkejut atas penilaian yang dilontarkan Wilmots. Menurutnya, saat ini dia belum pantas untuk masuk dalam kategori yang dimaksudkan sang mentor. Namun pemain yang sering menyisir lapangan dari sisi kanan pertahanan lawan itu mengatakan untuk bisa membuktikan omongan Wilmots dia harus mencetak gol yang lebih banyak sejak dini.

“Saya harus mencetak gol pada setiap pertandingan karena itulah yang dilakukan pemain-pemain terbaik di dunia seperti (Lionel) Messi dan (Cristiano) Ronaldo. Mereka adalah pemain yang selalu menjadi panutan bagi pemain lain,” tutur Hazard, kepada FIFA.com, kemarin.
Hazard dikenal sebagai pemain yang memiliki kreativitas tinggi, kecepatan, dan teknik individu yang mengagumkan. Sejumlah pengamat menilai gaya bermainnya mirip dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Penampilan Hazard saat melawan Aljazair kurang memuaskan. Hazard tidak mampu mencetak gol dan menciptakan peluang untuk rekan-rekan setimnya.

Pemuda 23 tahun itu mengaku permainan disiplin Aljazair membuat dirinya sulit mengeluarkan kemampuan terbaik. Tidak hanya dia, Hazard menilai Aljazair membuat para gelandang dan penyerang Belgia bak tak bertaji.

Timnas Belgia sulit menemukan celah untuk menyerang. Hazard pun menargetkan untuk membayar penampilan kurang memuaskan tersebut ketika menghapi Rusia. “Saya bisa bermain lebih baik dan kami juga bisa bermain lebih baik sebagai satu tim. Pada turnamen seperti ini, jika anda memenangkan pertandingan pertama, anda memiliki sebuah kesempatan untuk lolos. Sekarang kami berada pada posisi bagus, di puncak grup, dan kami ingin melakukan segalanya untuk bertahan,” kata pemain muda terbaik Premier League musim 2013/2014.

Sumbu ledak Belgia semakin kentara, karena selain Hazard, ada beberapa pemain yang termotivasi ingin memanfaatkan secara maksimal menit bermain yang diberi Pelatih Marc Wimots. Gelandang Belgia, Marouane Fellaini, juga ingin kembali menunjukkan kualitasnya. Pencetak gol penyeimbang ke gawang Aljazair tersebut mengatakan ingin menjawab kritik yang dialamatkan kepadanya usai tampil kurang memuaskan bersama Manchester United.

“Saat ini saya sedang berkonsentrasi pada tim nasional saya. Saya tidak bermain di sini (Piala Dunia) untuk pindah klub. Target saya adalah mencetak gol untuk tim, keluarga, dan negara,” ujar Fellaini, dilansir Soccerway.

Semangat seperti itu dapat menjadi modal bagus bagi Belgia untuk menghadapi Rusia. Tempat di babak 16 besar akan menjadi jaminan jika Rode Duivels dapat meraih kemenangan atas Rusia. Demi memastikan hal tersebut, Marc Wilmots telah menyiapkan strategi tepat.
Wilmots menilai permainan Rusia saat ini telah berubah. Baginya, dulu tim ‘Beruang Merah’ lebih kreatif dalam membongkar pertahanan lawan karena memiliki sosok Andrei Arshavin. Namun hal tersebut digantikan dengan lini pertahanan tangguh khas Italia yang dibawa Pelatih Fabio Capello.

“Rusia memiliki penyerang-penyerang cepat. Mereka akan menunggu kesempatan sampai kami lengah. Kami harus tetap solid. Kedua adalah menciptakan lima atau enam peluang. Baik melalui kemampuan individu atau bola mati kami harus bisa menciptakan peluang. Kali ini harus lebih efektif,” kata Wilmots. Ia pun sedikit membuka rencana untuk memainkan Steven Defour guna menambah kreativitas tim.

“Ini akan menjadi laga yang sangat sulit. Axel mengatakan mereka memiliki banyak pemain bagus. Jika kami ingin lolos, kami harus menang,” tambah Marouane Fellaini.

Belgia juga punya modal bagus pada sosok pemain-pemainnya, Axel Witsel dan Nicolas Lombaerts. Keduanya sangat memahami gaya bermain Rusia karena bermain untuk Zenit St. Petersburg.

Lombaerts bisa saja bermain sejak menit awal mengisi posisi bek kiri. Jan Vertonghen yang biasanya di posisi itu kemungkinan akan digeser ke jantung pertahanan. Penyebabnya, Vincent Kompany mengalami cedera pada pangkal pahanya. Pun jika tidak bermain, Lombaerts telah membagi kunci untuk menghadapi Rusia.

“Saya mengenal semua pemain di tim Rusia. Saya sedikit terkejut atas materi pemain mereka ketika menghadapi Korea Selatan karena biasanya tidak seperti itu. Pemain Rusia tidak mengandalkan fisik. Mereka lebih bermain di bawah. Pemanfaatan peluang adalah kekuatan mereka,” jelas Lombaerts.

Bek yang telah tujuh tahun bermain untuk Zenit St. Petersburg itu  mengatakan lini tengah Rusia tidak dihuni nama-nama beken. Menurut Lombaerts skuat asuhan Fabio Capello hanya memiliki dua gelandang dengan postur tinggi dan besar. Seperti dilansir La Libre, Lombaerts menilai keunggulan fisik Belgia dapat menjadi modal mereka untuk memenangi pertarungan di lini tengah.

Namun Lombaerts mengingatkan kekurangan itu diatasi Rusia dengan pendekatan dan permainan yang teroganisir. Umpan-umpan pendek menjadi modal Rusia untuk membongkar pertahanan Belgia.

“Belgia adalah tim yang penuh skil dan materi pemain yang bagus. Tapi kami punya kekuatan kami sendiri. Kami akan berusaha mengeluarkan kekuatan kami saat menghadapi mereka,” ungkap gelandang serang Oleg Shatov, dilansir Yahoo Sports.

Di sinilah peran vital Axel Witsel sebagai gelandang bertahan Belgia. Pemuda 25 tahun itu merupakan pemain andalan Wilmots di posisi tersebut. Seperti dilansir Sports Magazine, Witsel mengaku Wilmots meminta dirinya untuk menjadi jenderal lapangan tengah. Wilmots juga menugaskan Witsel bersama Kompany untuk menjadi komandan ketika harus bertahan.

“Saya menyukai posisi ini di tim nasional. Bola selalu mengalir dari kaki saya karena saya diperintahkan untuk mengatur permainan dan saya bisa melakukan itu karena saya banyak menendang bola,” jelas Witsel, yang pernah bermain di Portugal bersama Benfica.

Penulis: Deodatus Pradipto
Editor: Ravianto
Share This