Prabowo Menyalahgunakan Frekuensi Publik RCTI Sebagai Kampanye Pada Acara Result Show Indonesia Idol

Prabowo Menyalahgunakan Frekuensi Publik RCTI Sebagai Kampanye Pada Acara Result Show Indonesia Idol

GOSIP POLITIK – Kemunculan calon Presiden Prabowo Subianto di acara Result Show Indonesian Idol, Jumat malam pekan lalu, disinyalir semerbak aroma politis.

Apalagi kalau bukan aroma kampanye pemilihan presiden. Padahal masa kampanye Pilpres baru dimulai 4 Juni 2014 mendatang. Selain itu, RCTI menggunakan frekuensi milik publik yang seharusnya tidak dipakai untuk tujuan memenangi salah satu calon presiden.

Adalah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta yang menyoal kemunculan Prabowo sebagai tamu spesial di acara puncak mencari Idola Indonesia 2014 itu.

Selain itu, RCTI dan stasiun televisi lain di grup MNC juga disinyalir memberi porsi pemberitaan kepada kubu Prabowo lebih besar dibanding pemberitaan untuk calon presiden Joko Widodo. Tidak tampak ada keberimbangan terutama dari sisi durasi (lama waktu tayang).

Tapi kesalahan yang sama dilakukan MetroTV. Stasiun TV berita pimpinan Surya Paloh yang juga Ketua Umum Partai Nasdem itu memberikan porsi pemberitaan overdosis untuk capres Joko Widodo. Sementara pemberitaan untuk capres Prabowo durasinya terkesan ‘diicrit-icrit’ bin pelit. Tak ada keberimbangan.

RCTI dan Metro tak sendirian dalam bermain kurang fair. Ada juga sederet TV lain yang main tak fair. Stasiun TV apa saja?

Berikut ini keberatan dari AJI Jakarta lewat siaran persnya, yang dilayangkan ke redaksi Tribunenws.com, Minggu malam (25/5/2014), selengkapnya Klik DISINI

Penulis: Agung Budi Santoso

Sumber: Tribunnews.com

Share This