Mungkinkah Jokowi Mengalahkan Bowo Ke Dua?

Mungkinkah Jokowi Mengalahkan Bowo Ke Dua?

GOSIP POLITIK – Masih segar dalam ingatan kita saat pasangan Jokowi-Ahok ”dikeroyok” banyak partai politik dalam Pemilihan Gubernur DKI.

Saat itu, lawannya adalah seorang gubernur petahana yang memiliki seluruh sumber daya yang boleh dibilang tidak terbatas. Terlebih lagi, saat itu, Jokowi belum menjadi tokoh yang seterkenal sekarang. Dia hanyalah seorang Wali Kota Solo.

Hasil survei juga tak satu pun yang mengunggulkan Jokowi untuk mampu memenangi pemilu. Bahkan, hampir semua survei memprediksi gubernur petahana mampu mengalahkan pasangan Jokowi-Ahok dalam satu putaran.

Terlebih lagi, calon wagub Jokowi, yaitu Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal dengan nama Ahok, ketika itu dinilai sebagai aset negatif dalam pemilihan gubernur.

Ditinjau dari karier politiknya, Ahok hanya seorang mantan Bupati Belitung Timur, sebuah kabupaten kecil yang kalah telak dalam Pemilihan Gubernur Bangka Belitung. Ahok adalah keturunan Tionghoa dan Kristen. Akan tetapi, ternyata pasangan Jokowi-Ahok mampu mengalahkan Fauzi Bowo dengan angka telak. Hasil Pemilihan Gubernur DKI kali ini benar-benar di luar prakiraan para pengamat.

Apa sebenarnya rahasia kemenangan Jokowi dalam Pemilihan Gubernur DKI? Ternyata hanya satu, yaitu rakyat perlu perubahan. Jokowi-Ahok dipandang sebagai sosok yang mampu membawa perubahan.

Kali ini, dalam menghadapi pemilihan presiden pada Juli nanti, Jokowi didukung partai pemenang pemilu, PDI Perjuangan, dan beberapa partai lain, seperti Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura.

Kiprah Jokowi sebagai Gubernur DKI selama ini dipandang memang berhasil membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat Jakarta walaupun tentu saja masih banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan oleh Jokowi.

Perbaikan Waduk Pluit, penataan Pasar Tanah Abang, dan dimulainya pembangunan MRT di Jakarta adalah proyek fenomenal sebagai bukti kesuksesan Jokowi dalam memimpin Jakarta.

Hampir semua lembaga survei juga mengunggulkan Jokowi untuk memenangkan pemilu pilpres Juli mendatang. Bahkan, sempat beredar pemeo yang mengatakan bahwa, dipasangkan dengan monyet pun, Jokowi akan mampu memenangi pilpres.

Apalagi, kali ini, Jokowi dipasangkan dengan Jusuf Kalla, yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Jusuf Kalla juga terkenal sebagai ”the real president” dengan banyak capaian ketika mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam termin pertama pemerintahannya.

Jusuf Kalla berhasil mencapai perdamaian di Aceh yang sudah didera konflik selama berpuluh tahun. Demikian pula dengan penyelesaian konflik di Maluku. Sejarah mencatat bahwa Jusuf Kalla adalah orang yang paling berperan di balik semua itu.

Dari sisi media, dalam menghadapi pilpres mendatang, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla mendapatkan dukungan yang penuh dari Surya Paloh sebagai pemilik Metro TV, satu stasiun televisi yang menjadi corong.

Akan tetapi, kali ini lawan yang dihadapi oleh Jokowi juga tergolong ”kelas berat”. Pasangan Prabowo-Hatta juga didukung Aburizal Bakrie yang memiliki corong media yang berpengaruh.

Di samping itu, Partai Gerindra juga dipersepsikan sebagai partai perubahan dan bahkan mampu menjadi partai ketiga yang berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilu legislatif.

Apakah kali ini Jokowi mampu mengulang sukses besar ketika dia mengalahkan Fauzi Bowo dalam Pemilihan Gubernur DKI? Mungkinkah Jokowi kali ini mampu kembali mendulang sukses dengan mengalahkan Bowo kedua, yaitu Prabowo Subianto?

Kita tunggu pilihan yang akan dijatuhkan rakyat pada 9 Juli mendatang.(sumber/kompas.com)

Share This