Kapolres Ende Tertipu dengan Polisi Gadungan Berpangkat Kombes

Kapolres Ende Tertipu dengan Polisi Gadungan Berpangkat Kombes

Gosip Kriminal -Aksi polisi gadungan berpangkat Kombes (Komisaris Besar) yang mengaku bernama Marko atau AKP M de Araujo, tidak saja menipu Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin, juga mengancam Kapolsek Nangapanda, Ipda Fuad Musa Basa,  dipindahkan ke Papua.

Kepada Pos Kupang di Mapolres Ende, Rabu (28/5/2014), Ipda Fuad mengatakan, ia sering  mendapat telepon dan SMS dari yang seseorang yang mengaku anggota polisi dari  Mabes Polri bernama Kombes Marko.

Oknum Kombes Marko, demikian Fuad, sering  menanyakan perkembangan penangangan kasus sengketa tanah yang sedang ditangani di Polsek Nangapanda. “Dia kerap menanyakan perkembangan kasus tanah yang kami tangani. Kami menjelaskan apa adanya sesuai prosedur penanganan kasus. Namun, dia rupanya tidak puas  penjelasan kami sehingga saya diancam akan dipindahkan ke Papua,” ungkap Fuad.

Fuad menjelaskan, pertama kali Marko menelepon pada April 2014, dia mengaku anggota polisi berpangkat Kombes dari Mabes Polri. “Awalnya saya percaya, tapi lama kelamaan saya  curiga karena dari cara pertanyaannya dan  prosedur rasanya tidak lazim sebagaimana hal  berlaku di kalangan polisi. Saya diancam akan dipindahkan ke Papua,” ujarnya.

Oknum Kombes Marko, lanjut Fuad, meminta kepadanya untuk melaporkan setiap perkembangan kasus tanah yang sedang ditangani Polsek Nangapanda berikut BAP- nya dikirim kepada dia (Marko).  “Rasanya ganjil bagaimana mungkin BAP kasus bisa dia minta. Saya katakan bahwa BAP kasus tidak bisa diberi. Rupanya karena saya mengatakan bahwa BAP tidak bisa diberi, dia mengancam akan memindahkan saya ke Papua,” papar Fuad.

Fuad mengatakan, aksi Kombes gadungan itu telah meresahkannya dan jajaran polisi di Polsek Nangapanda karena mereka terus menerus mendapat tekanan lewat SMS dan telepon.

Tentang kemungkinan ada warga yang sudah menjadi korban  aksi polisi gadungan itu, Fuad mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan. “Belum ada laporan dan semoga  tidak,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga asal Semarang yang mengaku anggota polisi berpangkat Komisaris Besar (Kombes) Polisi Marko ditangkap polisi diEnde setelah sebelumnya melakukan aksi yang meresahkan anggota polisi di Polres Ende dan Polsek Nangapanda. Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin, tidak luput dari aksi teror oleh ‘Kombes’ Marko.

Musni Arifin kepada Pos Kupang di ruang kerjanya menjelaskan, aksi warga yang mengaku bernama Kombes Marko sejak April 2014. Saat itu yang bersangkutan menelepon dirinya untuk menanyakan berbagai kasus di Ende. Salah satunya kasus tanah di Kecamatan Nangapanda.

Dari Timor Leste

Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin, mengatakan, setelah diperiksa Kombes gadungan Marko  dalam keterangannya kepada polisi berasal dari  Timor Leste.

Pada  tahun 1995 dia pindah keSemarang, Jawa Tengah, dan tinggal di Panti Asuhan. Dia  sekolah sampai SMA diSemarangdan kuliah diSurabaya, Jawa Timur. Marko kemudian hijrah keJakartadan bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu perusahaan swasta.

Marko datang ke Ende karena diajak oleh teman yang sama-sama bekerja diJakarta. Temannya itu asal dari Kabupaten Ende. (sumber/tribun)

Share This