Istri Pengusaha Ke Singapura Hanya Untuk Kocok Arisan Dan Foto Heboh

Istri Pengusaha Ke Singapura Hanya Untuk Kocok Arisan Dan Foto Heboh
GOSIP ARISAN — Lain lagi dengan Lady Nabilla, seorang istri pengusaha. Dia memiliki Yacht pribadi dan kerap pergi arisan keluar negeri. Kisah Lady ini diceritakan gamblang di dalam buku KOCOK! The Untold Stories of Arisan ladies and Socialites yang ditulis Joy Roesma dan Nadia Mulya. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Gramedia.
Saat ini Lady ikut 34 kelompok arisan. Artinya setiap hari dia punya acara arisan. Nominal kocokan arisannya berbeda-beda. Dari mulai Rp 10 Juta sampai Rp 300 Juta.
Bagi Lady, arisan adalah kebersamaan. Makanya bersama-sama harus patuh ikuti dress code. Bahkan setiap arisan yang Lady ikuti selalu ada dress code. Selalu ada pula sesi foto. Bahkan dua dari 34 kelompok arisan yang Ia ikuti adalah penggila foto. Salah satunya bernama Da Real Foto Mania (DFM). Jumlah pesertanya 30 orang. Tapi yang rajin hadir hanya 15 orang.
Setiap bulannya, geng arisan DFM selalu berganti dress code dan lokasi. Tapi kadang mereka melakukannya di restoran-restoran mewah. Apabila sudah berfoto di restoran mewah, ibu-ibu arisan DFM ini tak peduli lagi dengan sekitarnya. Mereka berfoto tanpa malu. Belum lagi dress code yang aduhai. Terang saja setiap pengunjung melirik.
Paling heboh dan konyol adalah saat mereka pergi ke Singapura hanya untuk berfoto heboh. Lagi-lagi Lady yang membuka ide itu. Pagi-pagi benar Lady mengumpulkan sepuluh anggota geng arisan DFM di Taman Joging Kelapa Gading.
Sejak semalam Dress code sudah ditentukan. Agak norak, yakni celana pendek warna-warni, wedges, dan kaus kaki putih. Tak lupa setiap peserta juga harus membawa Tas Hermes mereka.
Begitu tiba di Taman Joging Kelapa Gading, Lady langsung memberi surprise. Dia sudah membelikan sepuluh tiket pesawat ke Singapura. Pukul 11.00 hari itu juga mereka pergi ke Bandara Soekarno-Hatta dengan dandanan hebon nan norak itu.
Di Singapura tak ada acara belanja. Hanya kocokan arisan, lalu berlanjut dengan sesi foto. “Orang Singapura melihat kami seperti orang sakit jiwa! Kalau sendiri yah malu, kalau ramai-ramai kan seru,” kata Lady. Selesai foto, pukul 23.00 malam harinya mereka sudah ada lagi di Bandara. Bersiap untuk penerbangan pulang ke Jakarta.
Tak sampai disitu, Lady juga pernah membuat ide arisan dengan dress code bertema Sailor Moon di DFM.
Info Dress Code Sailor Moon sudah muncul sejak awal bulan di grup blackberry Messenger (BBM) DFM. Semua peserta arisan menjahit secara khusus baju mereka.
Arisan bertema Sailor Moon ini dilakukan diatas Yacht pribadi milik Lady. Bukan arisan dulu yang mereka mulai, tapi sesi foto. Saat sesi foto yacht diparkir di Ancol. Fotografer professional yang mengambil gambar mereka.
Sesudah itu baru mereka berlayar ke pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu. Di perjalanan seluruh anggota melepas pakaian Sailor Moon mereka lantaran tak betah. Yang penting sesi foto sudah lewat. Tinggal memasangnya di photo profile blackberry messenger.
Mirip seperti Lady Nabilla, Ovie Wu juga ikut 25 arisan. Ovie tadinya dalah model dan presenter. Kini dia punya sekolah modeling di Menteng dan Gandaria. Saking banyaknya, pernah dalam sehari Ovie harus hadir di lima arisan sekaligus. Seluruh dress codenya berbeda.
Siang hari Ovie arisan dengan tema dress code flower, lalu animal print. Kemudian sore hari dilanjut tema sexy cocktail, kemudian gold sparkling, dan ditutup dengan kebaya. “Semua baju dan aksesori itu aku siapkan di mobil. Gantinya di mobil saja,” ujar Ovie.
Beruntung Ovie punya butik. Jadi semua kebutuhan bajunya pasti terpenuhi. Bahkan rekan-rekannya pun membeli baju di butik Ovie. Sehingga terkadang baju di butiknya habis oleh rekan-rekannya sendiri.

Bagi Ovie geng arisan ini adalah labanya. Ovie kerap hadir di acara geng arisan mancanegara. Salah satunya di Malaysia. Dia hadir lantaran diundang. Dig eng arisan mancanegara itu pula pakaian dan koleksi butiknya banyak diborong. (*)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Catur Waskito Edy
Sumber: Warta Kota
BACA JUGA:
Share This