Ical akan Terjungkal Dari Tampuk Kepemimpinan Golkar

Ical akan Terjungkal Dari Tampuk Kepemimpinan Golkar

GOSIP POLITIK – Pertemuan Trikarya atau tiga organisasi pendiri Partai Golkar (Kosgoro 57, MKGR dan SOKSI) di Jakarta, semalam semakin menunjukkan “pertentangan” terhadap langkah politik Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical).

Demikian diungkapkan Pengamat komunikasi politik dari Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro (Undip) Ari Junaedi ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (22/5/2014).

Apalagi, menurut Ari, para tokoh senior Golkar seperti Oetojo Oesman, Priyo Budi Santoso, Agung Laksono, Yorris Raweyai, Zainal Bintang bahkan Prof Suhardiman pun mengaku tidak habis pikir terhadap ambisi ketua Umum Partai berlambang Beringin, Aburizal Bakrie (Ical) yang hanya demi jabatan menteri senior yang dijanjikan Prabowo, tega memecah kesolidan Golkar.

Para tokoh senior termasuk Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar yang telah mengundurkan diri Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan menolak ancaman pemecatan terhadap kader Golkar yang diangdap mbalelo karena lebih memilih Joko Widodo (Jokowi)- Jusuf Kalla (JK).

Menurut Ari, sikap ini merupakan dukungan terhadap “pembangkangan” sejumlah kader muda Golkar yang menamakan kelompoknya. “Pemikiran anak muda Golkar seperti Agus Gumiwang Kartasasmita, Indra J Piliang, Poempida Hidayatullah, Nusron Wahid, Meutia Hafid dan kawan-kawan pasti akan diback up para senior Golkar yang berseberangan,” katanya.

Gerakan ini pula, imbuhnya, akan seperti bola salju hingga gelaran rapimnas Oktober mendatang. “Oktober nanti saya perkirakan, Ical – Idrus Marham akan terjungkal dari tampuk kepemimpinan Golkar. Walau katakanlah Ical dan Idrus Marham jadi menteri di kabinet Prabowo – itu pun dengan catatan Prahara menang di Pilpres – tapi tidak mendapat sokongan dari DPP Golkar hasil rapimnas,” kata Ari Junaedi.

Menurut Ari Junaedi yang juga dosen S2 Komunikasi Politik di Universitas Persada Indonesia (UPI YAI) Jakarta dan Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya ini, perpecahan di tubuh Golkar sekarang ini sangat berpengaruh terhadap suara dukungan untuk Prabowo dipilpres 9 Juli besok.

“Ingat faktor JK yang mantan ketua umum Golkar, istri JK yang asli Sumatera, JK yang putra derah Sulawesi, aktifitas JK di NU, Muhammadiyah, Dewan Masjid, PMI serta usaha bisnisnya, menjadikan dukungan suara untuk Jokowi. menjadi makin maksimal. Dukungan kader muda dan senior Golkar menjadikan tambahan energi untuk JK untuk memaksimalkan kemenangan Jokowi,” ujar Ari Junaedi.(sumber/tribun)

BACA JUGA:

 

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Share This