Diego Michiel Resmi Tersangka Penganiayaan

Diego Michiel Resmi Tersangka Penganiayaan

GOSIP BOLA  – Polresta Samarinda akhirnya menetapkan status tersangka terhadap pemain naturalisasi Indonesia, Diego Michiel. Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Feby DP Hutagalung, Jumat (23/5/2014).

Penetapan status tersangka ini dilakukan setelah polisi mendapatkan cukup bukti, terkait penganiayaan yang dilakukan Diego Michiel kepada Hendra Wahyudi, petugas keamanan (security) Perumahan Pandan Harum Hill, beberapa waktu lalu.

“Buktinya sudah cukup,” kata Feby.

Selain memeriksa Hendra sebagai korban, Polresta Samarinda juga memeriksan Iman, kepala security perumahan tersebut. Polisi juga meminta keterangan kepada rekan satu tim Diego Michiel di Mitra Kukar, Raphael Maitimo.

Menariknya, Diego menyerahkan diri sendiri ke Polresta Samarinda, Jumat (23/5/2014) sore. Diego datang ke Polresta didampingi Manajer Operasional Mitra Kukar, Suwanto. “Kami apresiasi Diego mau datang menerahkan diri ke Polresta. Dia datang sesaat setelah kami meminta keterangan dari Raphael,” kata Feby.

Mantan kekasih artis Nikita Willy ini dikenakan pasal 351 tentang penganiayaan. Namun demikian, polisi masih akan mempertimbangkan penahanan terhadap Diego.

“Sejauh ini pelaku kooperatif. Tapi belum kita putuskan akan ditahan atau tidak. Besok baru kita putuskan (ditahan atau tidak),” kata Feby.

Seperti diberitakan sebelumnya, Diego Michiel dilaporkan oleh Hendra Wahyudi ke Polresta Samarinda. Hendra mengaku dianiaya oleh Diego Michiel.

Peristiwa ini bermula kala Hendra yang dipercaya menjaga rumah yang ditinggali Diego Michiel dan rekannya Raphael Maitimo, di Pandan Harum Hill, Jalan Kadrie Oening, Samarinda.

Hendra dituding mencuri laptop milik Diego yang disimpan di rumahnya. “Tapi saya tidak pernah mencurinya,” kata Hendra.

Tak puas dengan jawaban Hendra, Diego Michiel pun langsung melempar garpu tang akhirnya mengenai dagu Hendra. Tak berhenti sampai disitu, Hendra yang kala itu ditemani Iman, kepala security perumahan tersebut mendapat tendangan berkali-kali di kedua pinggangnya.

“Saat saya mau pergi meninggalkan rumah itu, kepala saya sempat dibenturkan Diego Michiel ke dinding. Saat saya dianiaya, Raphael (Maitimo) coba melerai,” tutur Hendra.(Rafan A Dwinanto)

Share This