Begini Rasanya Menggeber Yamaha R25 di Sirkuit

Begini Rasanya Menggeber Yamaha R25 di Sirkuit

Gosip otomotif – Yamaha R25 memang kental aura balap. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan, seluruh DNA pebalap Yamaha mulai dari juara GP 500 era 1990-an, Wayne Wesley Rainey, hingga Valentino Rossi di MotoGP 2014 “diinjeksikan” ke tubuh R25. Untuk membuktikan hal tersebut, sesi test ride digelar buat kalangan media nasional, di Sirkuit Sentul, Selasa (10/6/2014).

yamaha-r25-biru-2014eKompasOtomotif sudah merasakan performa “Baby M1” untuk penggunaan sehari-hari, maka itu kesempatan menguji R25 “habis-habisan” di trek tidak rela ditinggalkan.

Perlengkapan seperti helm, jaket, pelindung lutut dan siku, serta sarung tangan, sudah melekat di badan. Tinggal merangkai nyali sebelum mulai ngegas. Sebelum memasuki trek, tersedia rintangan berupa titian besi untuk menguji keseimbangan dan deretan cone yang harus dilewatizig-zag. Dengan posisi duduk tidak terlalu membungkuk, kedua rintangan dilalui tanpa kendala.

Memasuki trek, di tahap awal pengendara hanya boleh menyelesaikan dua putaran. Hal ini ditujukan untuk pemanasan sekaligus memahami layout sirkuit sepanjang 4,12 km yang dikenal berkarakter kecepatan tinggi.

Tarikan awal R25 terasa mengentak, tenaga 36 PS dan torsi 22,6 Nm, dari mesin 2-silinder DOHC, 250 cc, bisa keluar maksimal. Dari daftar spesifikasi resmi, tenaga bisa didapat pada 12.000 rpm sedangkan torsi 10.000 rpm. Saat dicoba di jalan umum, keunggulan R25 ada di putaran menengah-atas, di lintasan ternyata nafasnya bisa lebih panjang.

Semburan tenaga terasa dari 7.000 rpm, dan semakin ke atas tenaganya tidak kendor. Namun sayang, ban standar IRC 110/70 (depan) dan 140/70 (belakang), masih belum mengigit, jadi performa keseluruhan belum bisa all out.

Serius
Perwakilan media lain juga masing-masing menyelesaikan dua putaran, setelah itu sesi test rideberjalan “serius”. KompasOtomotif menjajal 5 putaran tanpa henti, di sini karakter R25 benar-benar kelihatan.

Di trek lurus, kecepatan maksimal bisa didapat 160 kpj, namun menurut pengakuan beberapa media kecepatan maksimalnya bisa tembus 165 kpj. “Dari gigi lima masuk ke enam, ganti di 12.500 rpm,” kata salah satu perwakilan media, saat berbagi “jurus”.

Masuk tikungan pertama, handling terasa enteng. Meski bodi “ditekuk” di kecepatan tinggi, terasa rigid dan menempel di aspal. Di “S” kecil, panduan rangka diamond dengan suspensi teleskopik serta lengan ayun asimetris, berhasil menawarkan kestabilan ketika bodi diayun dari kanan ke kiri.

Melaju ke “S” besar metode yang digunakan sama, namun kecepatan sedikit lebih tinggi. Bentuk tangki yang ramping mudah dijepit, ini juga membantu menggeser bodi keluar-masuk tikungan. Tarikan atas bisa terus dijaga, asal tetap di atas 5.000 rpm. Hampir semua tikungan cukup mudah dilewati. Dibantu tekanan tangan saat berbelok, ban depan lebih menempel, manuver jadi lebih mudah lagi.

Kesimpulan
Total 12 tikungan setiap putaran berhasil diselesaikan dengan baik. Sesekali memang terasa “bumpy” pada ban belakang karena setingan suspensi juga mengejar kenyamanan untuk harian.  Namun masih bisa diterima, sebab R25 memang mengusung tagline “Superbike You Can Ride Everyday”.

Ada satu poin penting, R25 punya indikator penggantian gigi. Perannya seperti tachometer mobil balap, ketika memasuki tenaga maksimal lampu bercahaya putih akan menyala, untuk mengingatkan biker mengubah posisi gigi lebih besar.

M Abidin, GM Service and Motorsport YIMM, menerangkan, lebih mudah buat pemula mengamati indikator tersebut dibanding mendengarkan raungan mesin yang meminta pindah gigi. “Kalau kita pas (mengganti gigi) tenaganya akan terasa seperti tanpa sela,” jelasnya.

R25 tidak hanya nyaman dikendarai di jalan umum, tapi juga di trek. Memang butuh sedikit penyesuaian, tapi mudah digunakan buat pengendara yang ingin naik kelas dari  sepeda motor sport 150 cc.

Editor : Aris F. Harvenda

 

Share This