Aljazair vs Korea Selatan : Memori Park Chu Young

Aljazair vs Korea Selatan : Memori Park Chu Young

Gosip Bola KOREA Selatan punya catatan bagus ketika berhadapan melawan wakil Afrika di Piala Dunia. Taeguk Warriors menang 2-1 atas Togo di 2006, kemudian menahan imbang Nigeria 2-2 pada empat tahun lalu.

Kenangan manis ini masih tersimpan dalam ingatan Park Chu Young. Dia tampil di Piala Dunia pertama pada usia 20 tahun. Mantan penyerang Arsenal bahkan mencetak gol ketika negaranya menahan imbang Super Eagles di Afrika Selatan.

Pengalaman dan kepemimpinan Park Chu Young dibutuhkan Korea Selatan saat meladeni Aljazair di Estadio Jose Pinheiro Borba, Beira Rio, Senin (23/6) dinihari, dalam fase grup H.

Pertandingan ini akan menentukan langkah wakil Asia tersebut ke babak 16 besar. Tambahan tiga poin tentunya akan memberikan tekanan kepada Rusia dan Belgia, yang beberapa jam sebelumnya bertemu di Maracana.

Pasukan Hong Myung-bo di laga pertama menahan imbang Beruang Merah, julukan Rusia, dengan skor 1-1. Sementara, Aljazair terpaksa takluk 1-2 atas Belgia setelah mencetak gol terlebih dahulu melalui penalti Sofiane Feghouli.

“Dalam turnamen (Piala Dunia), pertandingan pertama merupakan yang paling sulit. Banyak tekanan sehingga para pemain harus menampilkan permainan terbaik,” tutur pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo seperti dilansir espnfc.

Kapten tim Korea Selatan di Piala Dunia 2002 kembali mengandalkan duet penyerang Park Chu Young dan Heung Min Son. Total pasangan ini telah memberikan 30 gol bagi Taeguk Warriors.

Meskipun hanya mendapatkan dua kali kesempatan tampil sejak bergabung ke klub Watford di divisi Championship Inggris, namun Chu Young dikenal sebagai pemain yang kuat dalam duel udara dan punya tendangan keras nan mematikan.

Sementara, Son punya kecepatan di atas rata-rata pemain Korea Selatan yang lain. Pemain ini telah matang di usia 21 tahun. Dia mencetak 10 gol dan memberikan dua asis dari 31 penampilan membela Bayer Leverkusen di Bundesliga musim lalu.

Keraguan terbesar Myung-bo adalah di lini tengah. Dua gelandang Sung-Yong Ki dan Ja-Cheol Koo telah menerima kartu kuning. Sementara, dua pemain tengah lain mengalami gangguan kebugaran tubuh, yaitu Lee Chung-yong dan Ha Dae-sung.

Meskipun diunggulkan, namun Korsel tetap waspada. Sebab, pelatih Hong Myung-bo belum sepenuhnya mengetahui gaya bermain wakil Afrika. Terbukti dari kekalahan yang diderita selama masa persiapan. Taeguk Warriors dikalahkan Tunisia 0-1 dan Ghana 0-4.

“Saya berpikir kekalahan dari Ghana tidak penting sebab itu bagian dari proses. Kami fokus terhadap ritme dan organisasi permainan. Saya berpikir itu bekerja dengan baik,” tutur Hong seperti dilansir SBS.

Sementara, Heung Min Son menilai Aljazair akan memberikan ancaman terutama winger Valencia, Sofiane Feghouli. Pesepak bola berusia 24 tahun telah mencetak gol di pertandingan pertama.

“Feghouli memperlihatkan permainan terbaik bersama Valencia di musim ini. Dia ancaman di lapangan. Kami sudah mengetahui gaya bermainnya dan akan memastikan dia tidak menjadi ancaman,” tutur bintang Bayern Leverkusen ini dilansir centnews.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada 1985 di Meksiko. Korea Selatanberhasil meraih kemenangan 2-0 dalam laga persahabatan tersebut. Pencapaian terbaik Korsel adalah menempati peringkat keempat di Piala Dunia 2002. Ini merupakan pencapaian tertinggi wakil Asia. Taeguk Warriors melaju ke semifinal setelah mengalahkan Portugal, Italia, dan Spanyol.

Aljazair sendiri mencetak gol pertama di Piala Dunia sejak 28 tahun ketika takluk 1-2 atas Belgia di pertandingan pertama. Sofiane Feghouli mencetak gol melalui tendangan penalty pada menit 25. Gol terakhir dibuat Aljazair ketika menahan imbang Irlandia Utara 1-1 di Piala Dunia 1986.

Live On
ANTV, TVONE, K-Vision
Senin (23/6) Pukul 05.00 WIB

Share This